Minggu, 13 Januari 2008

in my memories

Tentang asaku

mataku gelap bayangmu menutupiku

hatiku tergerak ketika dua tanganku

hendak menjangkau dua pohon pertemuan

kamu begitu diam bagai batu

kamu... bagai awan yang tak menentu

tapi aku adalah lazuardi naunganmu

cantik sang hawa membawa cinta

turunnya peri-peri taburkan benih-benihnya

dan ... akulah sang hawa pembawa cinta

rasanya pahit benar menelan cinta

yang harusnya diberikan tapi disimpan

apa harus seperti ini jalan cinta

tiada nyali berkata tiada bersemi dalam cinta

telaga pun telah meluap bukan air biasa

mungkin hanya ini akhir yang ada

menutup buku cinta dengan luapan air mata

menutup hati dengan tangisan tiada henti

Tidak ada komentar: